Jumat, 15 Juni 2012

makala proposal



Makalah Proposal Bahasa Indonesia

MENERAPKAN SISTEM WEBSITE SISWA PADA SEKOLAH – SEKOLAH MENENGAH ATAS

Nama : la banara
Kelas :8


UNIVERSITAS GUNADARMA
2012/2013

MENERAPKAN SISTEM WEBSITE SISWA PADA SEKOLAH – SEKOLAH MENENGAH ATAS



  BAB I
PENDAHULUAN
                                                                                                                       
1.1.Latar Belakang  
            Perkembangan teknologi di Indonesia semakin pesat. Segala hal yang menunjang kehidupan manusia bisa terpenuhi dengan adanya teknologi. Disini saya akan memperkenalkan suatu teknologi yang telah diterapkan oleh kampus saya (Universitas Gunadarma), dengan harapan, dapat membantu proses belajar-mengajar di Indonesia. Universitas Gunadarma memiliki banyak layanan-layanan berbentuk web yang diberikan kepada mahasiswanya. Jenis layanan tersebut antara lain adalah Studentsite, Baak Online, Virtual Class, Library, Warta Warga, Layanan Seminar dan lain-lain . Disini yang akan dibahas yaitu mengenai salah satu jenis layanan yang disebut Studentsite.
1.2.Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat disimpulkan betapa pentingnya pengenalan sistem website siswa, karena disamping untuk membantu proses belajar-mengajar  juga dapat memajukan sistem ajar yang ada di Indonesia saat ini.
1.3.Pembatasan Masalah
Dalam penulisan ini saya membatasi masalah hanya pada pengenalan website siswa ke para siswa dan cara mengoperasikan website siswa tersebut.
1.4.Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas,dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut.
1.Bagaimana proses pengenalan website siswa pada tingkat sekolah?
2.Bagaimana cara penggunaan website siswa tersebut?
1.5.Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan diatas,tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah:
1.Mendeskripsikan proses pengenalan website siswa pada tingkat sekolah.
2.Mendeskripsikan cara penggunaan website siswa tersebut.
1.6.Manfaat Penelitian
Penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut.
1.Bagi siswa,penelitian ini dapat digunakan untuk membantu proses kegiatan belajar mengajar.
2.Bagi guru,penelitian ini dapat digunakan untuk membantu para guru untuk memasukan nilai para murid dan mengecek tugas-tugas yang telah di berikan.


                                                                           BAB 2
LANDASAN TEORI

2.1.Pengertian Website Siswa
            Website Siswa adalah suatu sistem yang diciptakan untuk memudahkan para murid sekolah itu sendiri untuk melihat jadwal pelajaran, jadwal ujian , serta bisa melihat informasi-informasi penting yang ada tentang kegiatan belajar mengajar maupun tentang informasi sekolah lainnya.
2.2. Fitur-fitur Website Siswa :
Locker,Address Book,Calendar,File Manager,Forum dan E-Mail
2.3.Manfaat Website Siswa
•           Dapat mengirim tugas yang ditugaskan oleh para guru
•           Dapat mengetahui jadwal pelajaran
•           Dapat mengetahui jadwal Ujian
•           Dapat melihat nilai atau hasil ujian para siswa


             BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN

3.1.Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 17-26 April 2012
3.2.Metode yang Digunakan           
Metode penulisan yang digunakan oleh penulis adalah :
Studi Lapangan
Studi lapangan yang digunakan adalah sebagai berikut :
Observasi yaitu mencari data yang berhubungan dengan penulisan,seperti cara pengenalan studentsite kepada siswa
3.3.Analisis Data       
Berdasarkan hasil penelitian,bahwa hampir keseluruhan siswa dapat mengoperasikan sistem studentsite ini,dan cuma segelintir siswa yang masih butuh bimbingan lebih lanjut.



Bottom of Form



Membaca Intensif


Pengertian awal dari Membaca Intensif ialah belajar membaca dengan tekun atau teliti. Teknik dalam membaca intensif adalah ketika seseorang melakukan hal-hal untuk latihan seperti halnya dengan latihan kosa kata atau pola dalam suatu kalimat. Bacaan dalam suatu kalimat yang benar agar sesuai adalah harus dipilih oleh guru atau dosen, baik dari segi bentuk maupun dari segi isinya. Pelajar atau mahasiswa yang telah berhasil dalam suatu tahapan tersebut akan secara langsung berkaitan atau berhubungan dengan kualitas serta keserasian pilihan bahan dalam suatu bacaan.

Istilah dari membaca intensif adalah menyatakan bahwa bukanlah hakikat dari suatu keterampilan yang terlihat, namun yang lebih diutamakan lagi adalah ketika ia saat membaca atau mempraktikannya. Namun dari beberapa fakta yang ada, bahan untuk memahami yang terperinci adalah suatu teks. Teks tersebut panjang dalam suatu kalimatnya adalah sekitar kurang lebih 400 kata. Tujuan utamanya dalam membaca intensif adalah agar memperoleh pemahaman penuh terhadap suatu kritik dan saran yang logis. Kecepatan dalam suatu bacaan ialah bisa untuk memahami tingkatan dalam suatu hubungan yang erat. Silahkan jangan lupa lihat posting Ban Terbaik di Indonesia GT Radial. Sungguh sangat jelas terlihat bagaimana memahami suatu kecepatan dalam suatu bacaan. Namun salah satu faktor dari semua itu adalah kejelasan teks bacaan itu sendiri. Karena kita hanya berpusat pada suatu tulisan tersebut. Suatu faktor lain yang mungkin saja menyangkut adalah pengenalan pembaca terhadap suatu isi bacaan. Tentu saja itu akan lebih memudahkan diri kita dalam menangkap dan mengamati suatu isi dari bacaan tersebut. Meskipun dengan demikian mungkin saja kita masih. Mengembangkan kecepatan dalam suatu bacaan dan membaca dengan efisien maka tidak mungkin akan melibatkan kecepatan dalam suatu bacaan yang tinggi dan pemahaman yang tinggi pula.


Sudah banyak pula orang yang beranggapan bahwa pembelajaran dalam membaca lambat itu seperti sama dengan yang lainnya. Namun sebenarnya tidak demikian. Sebab bahwa pembelajaran tersebut melibatkan beberapa jenis keterampilan pembaca. Seorang siswa ataupun mahasiswa yang teliti pasti akan terlebih dahulu mengadakan survei pendahuluan terhadap apa yang akan dibacanya. Hal ini tentu saja akan membimbing dia agar untuk memformulasikan serangkaian pertanyaan mengenai suatu subyek yang akan mereka gunakan. Lalu kemudia mereka baru membacanya. Ditinjau dari segi aspek ini pastilah akan terlihat bagaimana sikap atau perilaku yang mereka pertontonkan pada orang lain. Bagi mereka yang teliti dan lebih fokus pastilah akan lebih baik dari yang tidak melakukan seperti itu.

Membaca secara intensif akan banyak manfaat yang akan diterima oleh kita. Entah itu dari kita akan menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dan barangkali pula ada yang akan mencatat jawaban-jawaban yang diinginkan pada waktu yang mendatang agar bisa menerapkan Cara Membaca Intensif. Apabila ada waktu yang cukup lama, silahkan lihat posting Ban Terbaik di Indonesia GT Radial.

Sejarah Internet


Awal Internet Indonesia

Berdasarkan catatan whois ARIN dan APNIC, protokol Internet (IP) pertama dari Indonesia, UI-NETLAB (192.41.206/24) didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada 24 Juni 1988. RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia pada tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia.
Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul "Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio"[1] di bulan November 1990. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB pada tahun 1989.

Internet Service Provider Indonesia

Di sekitar tahun 1994 mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP komersial pertama Indonesia. Pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang celah-celah bisnis Internet & masih sedikit sekali pengguna Internet di Indonesia. Sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah langkah yang cukup nekat barangkali. Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI, kebetulan ayah Sanjaya adalah dosen UI. Akses awal di IndoNet mula-mula memakai mode teks dengan shell account, browser lynx dan email client pine serta chatting dengan conference pada server AIX. Tahun 1995, pemerintah Indonesia melalui Departemen Pos Telekomunikasi menerbitkan ijin untuk ISP yang diberikan kepada IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya dan Radnet pimpinan BRM. Roy Rahajasa Yamin.
Mulai 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. Dengan memakai remote browser Lynx di AS, maka pemakai Internet di Indonesia bisa akses Internet (HTTP).
Perkembangan terakhir yang perlu diperhitungkan adalah trend ke arah e-commerce dan warung internet yang satu & lainnya saling menunjang membuahkan masyarakat Indonesia yang lebih solid di dunia informasi. Rekan-rekan e-commerce membangun komunitasnya di beberapa mailing list utama seperti warta-e-commerce@egroups.com, mastel-e-commerce@egroups.com, e-commerce@itb.ac.id & i2bc@egroups.com.

Cuplikan-cuplikan Perjuangan IT & Internet Indonesia

Cuplikan dan catatan sejarah perjuangan Internet Indonesia dapat di baca di WikiBook Sejarah Internet Indonesia [2]di dalam internet terdapat hal-hal yang bermanfaat seperti informasi, artikel edukatif dan lain sebagainya

Pengguna Awal Internet Lewat CIX dan Compuserve

Sejak 1988, CIX (Inggris) menawarkan jasa E-mail dan Newsgroup. Belakangan menawarkan jasa akses HTTP dan FTP. Beberapa pengguna Internet memakai modem 1200 bps dan saluran telpon Internasional yang sangat mahal untuk mengakses Internet. Sejak 1989 Compuserve (AS) juga menawarkan jasa E-mail dan belakangan Newsgroup, HTTP/FTP. Beberapa pengguna Compuserve memakai modem yang dihubungkan dengan Gateway Infonet yang terletak di Jakarta. Biaya akses Compuserve masih mahal, tetapi jauh lebih murah dari CIX.

Sejarah Bahasa Indonesia


Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia[1] dan bahasa persatuan bangsa Indonesia.[2] Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa kerja.
Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu.[3] Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau (wilayah Kepulauan Riau sekarang)[4] dari abad ke-19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa" apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan.[5] Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.
Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu.[6] Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Meskipun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya,[7] sehingga dapatlah dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.
Fonologi dan tata bahasa Bahasa Indonesia dianggap relatif mudah.[8] Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu.[9]